Keindahan alam aliran sungai telaga waja dengan hutan hujan tropisnya   
Telaga Waja White Water Rafting


Keindahan aliran Sungai Telaga Waja

Bukit Cilli Rafting berada di lingkungan sungai Telaga Waja, dimana start point wisata arung jeram ini berada di dua (2) buah pertemuan sungai besar yang ada di Bali, yaitu sungai Telaga Waja dan Sungai Yeh Esah. Start point Bukit Cilli Rafting, tepat berada di sebelah selatan sebelum jembatan ke dua kalau perjalanan dari Denpasar lewat Rendang, tepatnya berada di antara 2 desa yaitu desa Batusesa dan Desa Susut Muncan, Lokasi start point berada di bawah jalan raya, hanya ditempuh dengan jalan kaki dengan menuruni tangga sekitar 25 tangga, dari start point ke pinggir sungai sangat dekat sekali sekitar 7 meters, hal ini memberikan nilai tambah dimana wisatawan tidak perlu jalan terlalu capek menuju pinggir sungai apalagi sudah sedikit lelah dengan perjalanan dengan kendaraan dari Denpasar ke Rendang, Bukit Cilli Rafting satu satunya usaha rafting yang memiliki akses langsung ke sungai dengan sangat aman dan gampang, hal ini memberikan rasa aman khususnya bagi wisatawan yang mengajak anak kecil ikut wisata rafting di sungai Telaga Waja. Start point dikelilingi oleh persawahan yang sangat indah, apalagi dilihat dari pinggir jalan sebelum turun tangga ke bagunan dimana semua wisatawan akan di sambut oleh pelayan kami dengan senyum tulus mereka menawarkan minuman selamat datang berupa teh, kopi atau air mineral, itu akan memberikan suasana pedesaan yang sangat diharapkan bagi para pengunjung yang datang ke Bali, mereka mencari keramah tamahan dan juga pelayanan dari masyarakat lokal yang masih tulus. Disamping wisata arung jeram, para wisatawan juga bisa melihat hamparan persawahan sepanjang sungai Telaga Waja, system irigasi subak Bali yang sudah sangat terkenal sampai ke penjuru dunia, pura-pura di tengah sawah dan para peternak yang lagi mencari rumput di pinggir sungai dan para kaum petani yang bekerja keras dengan mempergunakan olah tanah traditional, itu semua hanya bisa kita temukan di sungai Telaga Waja

Dalam sejarah masyarakat sungai Telaga Waja adalah sungai yang sangat disucikan oleh masyarakat setempat mungkin bisa di setarakan dengan sungai Yamuna yang berada di India, begitu juga dengan Sungai Yeh Esah menurut masyarakat local disetarakan dengan sungai Gangga yang ada di India. Hampir semua penduduk yang berapa di 2 wilayah kecamatan Rendang dan Selat, selalu mencari air suci untuk keperluan upacara agama ke sungai Yeh Esah dimana ada sebuah mata air yang masyarakat local menyebut Tirta Kelebut adalah sebuah mata air yang sangat di keramatkan dan bahkan setiap ada upacara melasti ke Sungai Esah (Tukad Esah), Humat hindu mencari tirta ke Kelebut, ini sangat jelas bahwa air yang mengalir ke Sungai Esah dan Telaga Waja juga bersumber dari mata air suci Kelebut. Oleh sebab itu masyarakat lokal sangat menjaga aliran air kedua sungai ini sehingga sampai saat ini belum ada pemcemaran sama sekali, air yang mengalir benar-benar masih cernih dan bening, bahkan kita masih bisa melihat bebatuan di dasar sungai begitu juga dengan ikan kecil yang hidup di bawah air. Disini kita akan banyak belajar bagaimana kita bisa menjaga lingkungan agar tetap bersih, memelihara ekosistem supaya tidak terjadi pengrusakan alam dan begitu juga menjadi keseimbangan manusia dengan alam, manusia dengan manusia dan manusia dengan sang pencipta yang di Bali sering dijabarkan dengan istilah Tri Hita Karana, Bukit Cilli Rafting telah mengadopsi dan mengimplentasikan ajaran tersebut dalam kegiatan sehari-hari.

Klik link booking untuk melakukan booking atau minta informasi booking atau minta informasi

bukit cilli rafting telaga waja river

Click to view English Version
bukit cilli rafting telaga waja river
bukit cilli rafting telaga waja river